Kamis, 11 November 2010

PERTEMUAN RAJA - RAJA MALUKU DENGAN RAJA SAMU SAMU VI


Raja Samu Samu VI - YM. Upu Latu M.L. Benny Ahmad Samu Samu sudah dikenal oleh Raja - Raja dari Maluku khususnya dan oleh Raja dan Sultan Nusantara dari Aceh sampai Papua, dimana Raja Samu Samu VI adalah salah satu pemerakarsa Silaturahmi Nasional Raja dan Sultan Nusantara yang telah dilaksanakan pada hari Jum'at, 7 Agustus 2009 lalu, di Istana Merdeka - Jakarta, yang dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Yth. Presiden Republik Indonesia - YM.DR.H. Susilo Bambang Yudhoyono, beserta YM. Ani Yudhoyono, serta turut dihadiri 1 (satu) Menkokesra dan 7 Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, serta dihadiri pula oleh 135 Raja dan Sultan Nusantara, termasuk 15 Permaisuri, Putra Mahkota, Putri Mahkota dan Pangeran dari Kerajaan dan Kesultanan Nusantara. Selain kegiatan Silatnas Raja dan Sultan Nusantara, Raja Samu Samu VI adalah penggerak beberapa kegiatan para Raja dan Sultan Nusantara, termasuk yang salah satu Raja yang dipercaya mendapat Surat Rekomendasi penyediaan lahan untuk lokasi rencana pembangunan Museum atau GALERI JEJAK PERADABAN KERAJAAN DAN KESULTANAN NUSANTARA (bersama Sultan Sepuh XIV Cirebon - YM. Sultan Arif Natadiningrat dan dari Kasunanan Surakarta Solo - YM. K.P. Edi Wirabhumi). Maka sebelumnya Sekretariat Majelis Latupati Maluku - Yth. Angky (Frangky Nikijuluw) menghubungi Raja Samu Samu Vi; memberitahukan bahwa Raja - Raja dari Maluku ingin bertemu nanti setiba di Jakarta. Kira -kira hari Rabu, tgl 13 Oktober 2010, Raja Samu Samu VI - YM. Upu Latu M.L. Benny Ahmad Samu Samu menemui rombongan Raja Raja dari Maluku yang sudah tiba di Wisma Perwakilan Provinsi Maluku - Jakarta, antara lain; 1) Raja Hitu Meseng beserta Ibu Raja Hitu Meseng, 2) Raja Buru, 3) Raja Batu Merah, 4) Raja Suli, 5) Raja Passo, 6) Raja Makariki, 7) Raja Tananahu, 8) Raja Keitetu, dan 9) Pengurus Majelis Latupati Maluku - Yth. Frangky Nikijuluw. Raja Samu Samu VI didampingi Ketua Umum LEPPA MALUKU - YM. Boetje Balthazar, Ketua III LEPPA MALUKU - Yth. Ronald H. Wattilete, Sekretaris Umum LEPPA MALUKU - Yth. Ridwan Syarief Warouw, Bendahara LEPPA MALUKU - Yth. Charmain G. Tutupary. Dalam pertemuan Raja - Raja Maluku tersebut di Wisma Perwakilan Provinsi Maluku dibahas antara lain; 1) Rencana Musyawarah Besar Majelis Latupati Maluku yang akan dilaksanakan apda bulan Februari 2011 mendatang, 2) Raja - Raja Maluku meminta kepada Raja Samu Samu VI sebagai Perwakilan Majelis Latupati Maluku di - Jakarta, 3) Raja - Raja Maluku meminta agar Raja Samu Samu VI dapat memfasilitasi Raja - Raja Maluku untuk dapat bertemu dengan Pejabat Negara dan tokoh - tokoh Nasional dalam rangka untuk mendukung diselenggarakannya Musyawarah Besar Majelis Latupati Maluku - Februari 2011 mendatang. Selanjutnya pada malam hari tersebut para Raja - Raja Maluku diundang oleh Dewan Penasehat LEPPA MALUKU yaitu YM. Brigjend.TNI.AD. Zulizar Rasuna (Panglima Raja Sumpur KUdus Pagarruyung Sumatera Barat), dan Yth. Brigjend.TNI.AD. Rudy Yulius Huliselan; untuk Makan Malam Bersama di Rumah Makan NATRABU yang terletak di Jl. Sabang - Jakarta Pusat, pada acara Makan Malam Bersama tersebut dihadri pula oleh Putra Raja Samu Samu VI - YM. Adam Abdurochim Samu Samu, Pimpinan Cinemasakini (Production Film Martha Christina Tiahahu) beserta crew cameran, dan Pemilik Rumah Makan NATRABU.

Hari kedua kedatangan Raja - Raja Maluku selaku Panitia Pelaksana Musyawarah Besar Majelis Latupati Maluku di Jakarta, pada hari Kamis, 14 Oktober 2010 lalu, Raja Samu Samu VI diberi kesempatan untuk menghadap dan membawa serta Raja - Raja Maluku bertemu Yth. Kepala Staff TNI Angkatan Darat (KASAD) - YM. Jenderal TI.AD. H. George Toisutta, bertempat di Markas Besar TNI - AD. Jl. Medan Merdeka Utara - Jakarta. Dalam pertemuan Yth. KASAD - YM. Jenderal.TNI.AD. H. George Toisutta dengan Raja - Raja Maluku tampak penuh keramahan dan kekeluargaan diselingi candagurau dalam pertemuan tersebut. Kesempatan tersebut Raja Samu Samu VI - YM. Upu Latu M.L. Benny Ahmad Samu Samu menyampaikan dan memberitahukan kepada Yth.KASAD - YM. Jenderal TNI.AD. H. George Toisutta (1) Bahwa Akta Pendirian dan administrasi perijinan LEPPA MALUKU sudah selesai, (2) Rencana kegiatan PAGELARAN ADAT BUDAYA PULAU PERBATASAN MALUKU, direncanakan pada hari Sabtu - Minggu, tanggal 4 - 5 Desember 2010 mendatang, di Kota Ambon, (3) Memohon kesediaan Yth. KASAD selaku Ketua Dewan Penasehat untuk dapat hadir dan memberikan pencerahan serta Sambutan saat Pembukaan acara tersebut, selanjutnya Ketua Panitia Musyawarah Besar Majelis Latupati Maluku menyampaikan maksud dan tujuan daripada pertemuan tersebut, dan telah mendapat anggapan positif dari Yth. KASAD - YM. Jenderal TNI.AD. H. George Toisutta.

RAJA SAMU SAMU DIUNDANG DIREKTUR KETAHANAN EKONOMI DIRJEN KESBANGPOL KEMENDAGRI


Raja Samu Samu VI - YM. Upu Latu M.L. Benny Ahmad Samu Samu, selaku pemerakarsa dan Ketua Dewan Pendiri Lembaga Pelestarian dan Pengembangan Adat Maluku Indonesia (LEPPA MALUKU) mendapat kehormatan diundang oleh Direktur Ketahanan Ekonomi Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, dalam rangka Rapat Persiapan Gelar Budaya Tradisional dalam rangka meningkatkan Persatuan dan Kesatuan Nasional, pada hari Rabu, tanggal 20 Oktober 2010 lalu, bertempat di Kemendagri - Jakarta. Rapat yang dipimpin langsung oleh Direktur Ketahanan ekonomi Dirjen Kesbangpol Kemendagri - Yth. Fauzie Rafei, didampingi Kasubag Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter Direktorat Ketahanan Ekonomi Dirjen Kesbangpol Kemendagri. Hadir dalam Rapat tersebut antara lain: 1) Raja Samu Samu VI - YM. Upu Latu M.L. Benny Ahmad Samu Samu, 2) Ketua Umum LEPPA MALUKU - YM. Boetje Balthazar, 3) Manager Budaya Taman Mini Indonesia Indah Jakarta - YM.K.R.A.T. Mas'ud Thoyib, dan beberapa Ketua Umum organisasi - organisasi yang terdaftar dan di undang oleh Direkotrat Ketahanan Ekonomi Dirjen Kesbangpol Kemendagri.

Dalam Rapat tersebut Direktur Ketahanan Ekonomi - Yth. Fauzie Rafei menyampaikan pemaparan dan usulan guna mensinergikan rencana kerja kedepan antara Direktorat Ketahanan Ekonomi Dirjen Kesbangpol Kemendagri dengan organisasi - organisasi yang ada yang terdaftar di Kesbangpol Kemendagri, sebaliknya peserta undangan Rapat sangat menanggapi positif dan mendukung yang telah dipaparkan oleh Direktur Ketahanan Ekonomi tersebut, dan disepakati merencanakan untuk membentuk suatu Dewan Ketahanan, misal Dewan Ketahanan Ekonomi Nasional berbasis Budaya.

HALAL BIHALAL 1431 H - IKATAN KELUARGA BATU MERAH AMBON DI CISARUA BOGOR


Untuk kedua kalinya Raja Samu Samu VI - YM. Upu Latu M.L. Benny Ahmad Samu Samu, diundang sebagai tamu kehormatan oleh Keluarga Besar Ikatan Keluarga Batu Merah Ambon, dalam rangka acara HALAL BIHALAL 1431 Hijriyah, yang dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 3 Oktober 2010 lalu, bertempat di Wisma Energi - Kecamatan Cisarua - Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tidak kurang dari seratus orang dari keluarga besar Ikatan Keluarga Batu Merah Ambon yang bertempat tinggal di Jabodetabek dan Batam hadir dalam acara yang penuh kekeluargaan dan penuh kasih sayang. Hadir dalam acara tersebut yaitu : Raja Samu Samu VI beserta Permaisuri dan Putri Mahkota, Tokoh Masyarakat dan Penasehat IKBM - Yth. H. Ibrahim Sulaeman beserta istri, Ketua Umum Ikatan Wanita Indonesia Pelestari dan Perjuangan Martha Christina Tiahahu - Yth. Mice Saimima Zaelani, dan Ketua Panitia Halal Bihalal IKBM 1431 H - Yth. Abdul Kadir Assagaf beserta seluruh keluarga besar IKBM Jabodetabek. Selain laporan Ketua Panitia dan Sambutan dari Raja Samu Samu VI dan Tokoh Sesepuh/Penasehat IKBM diselingi dengan makan Patita dan hiburan menyanyi bersama, dansa dan permainan Bambu Gila yang dimainkan laki - laki, dan berganti Bambu Gila yang dimainkan oleh perempuan IKBM, baik remaja dan dewasa. Walau diluar disekitar Wisma Energi Cisarua turun hujan lebat dengan angin keras, namun diatas Wisma Energi tersebut langit hanya redup berawan hitam kelam namun tidak hujan, disisi lain Raja Samu Samu VI terus mengitari area Wisma energi sambil membacakan do'a agar hujan tidak turun di area Wisma Energi sampai dengan selesainya acara.

Selasa, 28 September 2010

SUSUNAN DEWAN PENDIRI DAN PENGURUS LEPPA MALUKU


Berdasarkan AKTA PENDIRIAN Lembaga Pelestarian dan Pengembangan Adat Maluku (LEPPA - MALUKU) Nomor: 03, tanggal: 09 April 2010, Notaris: Masrda TNI.AU (Purn) Subandi Parto - Jakarta. Selaku pemerakarsa pendirian Lembaga Pelestarian dan Pengembangan Adat Maluku, Raja Samu Samu VI - YM. Upu Latu M.L. Benny Ahmad Samu Samu, bersama pemerakarsa dan pendiri LEPPA - MALUKU untuk pertama kalinya mengadakan Rapat Pimpinan yang dipimpin langsung oleh Raja Samu Samu VI, untuk menyusun Pengurus LEPPA - MALUKU, pada hari Senin, 27 September 2010 lalu, bertempat di Pasaraya - Blok. M, Kebayoran Baru - Jakarta Selatan, hadir pada pertemuan tersebut; 1) Raja Samu Samu VI - YM. Upu Latu M.L. Benny Ahmad Samu Samu, 2) PMA. Kepulauan Kisar - YM. Boetje Balthazar, 3) Raja Kaibobo - YM.Upu Latu I.P. S. Samuel L. Riry, 4) Yth. Ridwan Syarif Warouw, 5) Yth. Charmain G. Tutupary, 6) Yth. Ronald H. Wattilete, 7) Yth. Yacobus Leimena, 8) Yth. Errol Patihehuan, 9) Yth. Hengky Riry.


Kesimpulan Hasil Rapat:


1) Untuk membuktikan Visi dan Misi (maksud dan tujuan) serta niat yang baik dari hati orang Maluku yang ingin membangun Maluku, maka harus dibuktikan dengan nyata. Karena karakter orang Maluku sekarang tidak tertarik dengan hanya berkata saja, tetapi yang dilihat adalah bukti nyata, maka untuk membuktikan suatu hal yang besar perlu kebersamaan orang - orang Maluku dalam membangun segala yang ada di Maluku.

2) Untuk dapat terus menerapkan sistim demokrasi yang memang sudah sejak dahulu kala sudah dilakukan oleh para tete, nene, moyang di Maluku, maka Susunan Pengurus LEPPA - MALUKU dilakukan dengan sistim demokrasi. Sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang negatif atau tidak adanya yang bersifat otoriter.

3) Disampaikan oleh Raja Samu Samu VI; bahwa orang Maluku harus bangga menjadi orang Maluku, karena sebelum di bumi Nusantara - Indonesia ini ada sekolah; orang - orang Maluku sudah dapat membaca, menulis dan berbahasa asing serta orang - orang Maluku sudah dipercaya oleh bangsa - bangsa asing dalam melakukan pekerjaan. Namun jangan dilihat atau dinilai dari sisi negatifnya, tetapi ambil atau dinilai dari sisi positifnya.

4) Telah disepakati Dewan Pendiri dan Pengurus LEPPA - MALUKU, yaitu;


DEWAN PENDIRI LEPPA - MALUKU:


1. Benny Ahmad Samu Samu (Jakarta).

2. K.R.M.H. Japto S. Soerjosoemarno (Jakarta).

3. Boetje Balthazar (Jakarta).

4. Fachri Sangadji (Ambon).

5. Joseph Caleb Pattinama (Jakarta).

6. Semmy Toisutta (Ambon).

7. Etha A. Hentihu (Jakarta).

8. Simon Samuel Lodwyk Riry (Ambon).

9. Ferenc Raymond Sahetapy (Ray Sahetapy - Jakarta).

10. Antony Samu Samu (Semarang).

11. Abdul Kadir Assagaf (Jakarta).

12. Kombes.Pol. Murad Ismail.

13. Ronald H. Wattilete (Cinere - Depok).

14. Ridwan Syarif Warouw (Jakarta).

15. Charmain G. Tutupary (Jakarta).

16. Franklyn D. Nikijuluw (Ambon).

17. Asrul bin Usman (Ambon).

18. Yacobus Leimena (Tangerang - Banten).

19.Nurbetty Bagindo (Cinere - Depok).

20. Dr. Mira Zizlavsky (RSCM - Jakarta).

21. Adam Abdurochim Samu Samu (Sawangan - Depok).

SUSUNAN PENGURUS LEPPA - MALUKU:


PENASEHAT:


1. Yth. Jenderal TNI.AD. H. George Toisutta.

2. Yth. Prof.DR.Ir. Jan Sopaheluwakan, M,Sc.

3. YM. Upu Latu M.L. Benny Ahmad Samu Samu, SE, B,Sc.

4. YM.K.R.M.H. Japto S. Soerjosoemarno, SH.

5. Yth. Mayjend.TNI.AD (Purn) Irvan Edison.

6. Yth. Mayjend.TNI.Marinir. Nono Sampono.

7. Yth. Marsda.TNI.AU (Purn) Subandi Parto.

8. Yth. Brigjend.TNI.AD. Sulizar Rasuni.

9. Yth. Brigjend.TNI.AD. Rudy Yulius Huliselan.

10.Yth. Brigjend.TNI.AD. Arief Rachman.

11.Yth. Prof.DR. John Lokolo.

12.Yth. Etha A. Hentihu.

13. Yth. Kombes. Pol. Murad Ismail.

14. Yth. Max Octoseja. 15. Yth. Harry Souissa.


Ketua Umum : Botje Balthazar.

Ketua I (Satu) : Semmy Toisutta.

Ketua II (Dua) : Ferenc Raymond Sahetapy (Ray Sahetapy).

Ketua III (Ketiga) : Ronald H. Wattilete.


Sekretaris Umum : Ridwan Syarif Warauw.

Sekretaris I (Satu) : Fachri Sangadji.

Sekretaris II (Dua) : Franklyn Danny Nikijuluw.


Bendahara Umum : Charmain G. Tutupary.

Bendahara I (Satu) : Abdul Kadir Assagaf.

Bendahara II (Dua) : Asrul bin Usman.


PELAKSANA HARIAN:


Ka.Bid. Hukum Adat : Simon Samuel Lodwyk Riry.

Ka.Bid. Pendidikan : Patris Rahabav.

Ka.Bid. Kesehatan : Dr. Mira Zizlavsky.

Ka.Bid. Hukum & HAM : George Leasa.

Ka.Bid. Perkebunan : Johanis Sopacua.

Ka.Bid. Kehutanan : Agus Dahoklory.

Ka.Bid. Perekonomian : G.M.B.H. Dahoklory.

Ka.Bid. Perencanaan : Jhon Yokohael.

Ka.Bid. Pembangunan : Jhon Tupamahu.

Ka.Bid. Kemasyarakatan : Yacobus Leimena.

Ka.Bid. Keagamaan : Haykal Sabban.

Ka.Bid. Perempuan & Anak : -

Ka.Bid. Industri & Perdagangan : Rudy Wattilete.

Ka.Bid. Kesejahteraan : Samuel Martinus Samu Samu.

Ka.Bid. Pariwisata : Helen De Lima.

Ka.Bid. Seni dan Budaya : Octavianus Lawalata.

Ka.Bid. Sumber Daya Manusia : Leo Tauran.

Ka.Bid. Sumber Daya Laut : Nancy Samu Samu.

Ka.Bid. Energi & SDM : Yulius R. Latumaerissa.

Ka.Bid. Pemuda & Olahraga : Adam Abdurochim Samu Samu.

Ka.Bid. Program & Kerjasama Antar Lembaga : Nurbetty Bagindo.

Ka.Bid. Lingkungan Hidup : Husni Kotta.

Ka.Bid. Perpustakaan : Cornelis Lainsamputty.

Ka.Bid. Perlengkapan : Joseph Caleb Pattinama.

Ka.Bid. Keamanan : Milton Samu Samu.


5) Telah disepakati pula bahwa diharapkan rencana Pelantikan Pengurus LEPPA - MALUKU, di Jakarta; yang waktu dan tempatnya akan diberitahukan kemudian akan dihadiri oleh seluruh Pengurus.

Kamis, 16 September 2010

PULAU SAMU SAMU (SAMU SAMU ISLAND)

GAMBAR: Tanda Merah adalah lokasi letaknya "SAMU SAMU ISLAND" PAPUA NEW GUINEA (Luas: 64 KM2=8x8 KM2=40 Ml2).
Hanya Tuhan yang mengetahui maksudnya dan kehendak'Nya; maka pada hari Rabu, 15 September 2010 lalu, P.M.A. Kepulauan Kisar - YM. Boetje Balthazar berbicara melalui telephone Seluler dengan Raja Samu Samu VI - YM. Upu Latu M.L. Benny A. Samu Samu; yaitu mengenai ada beberapa berita tentang Raja Samu Samu VI di media Google, dan YM. Boetje Balthazar meminta agar YM. Raja Samu Samu VI dapat membuka dan melihat berita yang ada di media Google tersebut. Ternyata setelah Raja Samu Samu VI membuka dan melihat berita yang ada di media Google memang benar banyak yang mengangkat berita maupun cerita tentang Raja Samu Samu VI. Namun dari rasa ingin mengetahui berita maka di dapatlah suatu berita dari "iTouchMap" mengekspos "SAMU SAMU ISLAND, PAPUA NEW GUINEA", dimana dalam berita tersebut Pemerintah Negara PAPUA NEW GUINEA menawarkan kepada khayak umum untuk memanfaatkan potensi yang ada di "SAMU SAMU ISLAND, PAPUA NEW GUINEA", dari penelusuran lokasi melalui "iTouchMap" "SAMU SAMU ISLAND, PAPUA NEW GUINEA" diperkirakan dengan luas: 64 KM2 (8 x 8 KM2) = 40 Ml2. "SAMU SAMU ISLAND, PAPUA NEW GUINEA" terletak di atas sebelah Timur dari PULAU PAPUA NEW GUINEA.

Dalam pendapat dan wacana Raja Samu Samu VI - YM. Upu Latu M.L. Benny A. Samu Samu, yaitu;
1) Apakah ada hubungan antara nama "SAMU SAMU" dari Negeri Abubu - Maluku, Indonesia dengan nama sebuah Pulau "SAMU SAMU" di dalam wilayah Negara PAPUA NEW GUINEA ?

2) Apakah ada manusia yang tinggal di "SAMU SAMU ISLAND, PAPUA NEW GUINEA" ? dan bila ada manusia yang tinggal di sana, apakah ada yang memakai nama "SAMU SAMU" ?

3) Apakah ada kemungkinan Raja "SAMU SAMU" pada saat diantara abad XV - XVIII melakukan perjalanan menjelajah laut, hingga sampai di suatu Pulau yang saat ini di sebut "SAMU SAMU ISLAND, PAPUA NEW GUINEA" ? Karena Raja Samu Samu I dizaman saat itu sangat dikenal sebagai Pelaut Tangguh atau Petarung Laut; dan nama "SAMU SAMU" mempunyai arti yaitu "SA = asal kata dari: ASA; artinya Esa atau Tunggal atau Pencipta" MU = asal kata dari: UMU; artinya Manusia atau orang atau Hamba Pencipta", dan "SAMU = asal kata dari; SAMUDRA". Jadi bila dirangkumkan kata - kata tersebut menjadi "SAMU SAMU" yang artinya: Hamba Pencipta Samudra" atau "PETARUNG SAMUDRA" atau "PELAUT TANGGUH", dan letak "SAMU SAMU ISLAND, PAPUA NEW GUINEA" bila ditarik jarak ukur tidak jauh dari wilayah Maluku. Kapata (Riwayat/Cerita) Moyang Raja Samu Samu : Pada tahun 1520 diatas perairan Maluku; Raja Samu Samu pernah membantu Kesultanan Ternate dalam pertempuran melawan tentara Portugis, dan ada beberapa Katapa Moyang Raja Samu Samu; lainnya (sudah diberitakan dan diceritakan pada Laman Awal dalam Website ini sebelumnya).

Maka dengan telah diketahui ada "PULAU SAMU SAMU" atau "SAMU SAMU ISLAND" yang berada di dalam wilayah Negara PAPUA NEW GUINEA, ada baiknya dan tidak ada salahnya apabila Raja Samu Samu VI - YM. Upu Latu M.L. Benny A. Samu Samu, rencana akan melakukan penelusuran dan penelitian langsung ke "PULAU SAMU SAMU" di wilayah Negara PAPUA NEW GUINEA, guna mendapat keterangan apakah ada kemungkinan tentang jejak Sejarah Raja Samu Samu yang sebelumnya datang ke Pulau tersebut, dan mencari keterangan apakah ada kemungkinan adanya masyarakat yang berada di "SAMU SAMU ISLAND, PAPUA NEW GUINEA" dengan memakai nama keluarga (Fam) "SAMU SAMU".

Namun rencana kunjungan penelusuran dan penelitian dimaksud dengan maksud dan tujuan hanya untuk memperoleh keterangan "ada atau tidaknya hubungan SAMU SAMU yang berasal dari Maluku dengan nama "SAMU SAMU ISLAND yang berada di dalam wilayah Negara PAPUA NEW GUINEA", dan pada prinsipnya tidak ada maksud lain kecuali yang telah dijelaskan tersebut diatas, sehingga semua pihak tidak ada yang meragukan dan atau mengkawatirkan rencana kunjungan penelusuran dan penelitian Raja Samu Samu VI bersama rombongan. Bahwa rencana Raja Samu Samu VI - YM. Upu Latu M.L. Benny A. Samu Samu, akan meminta bantuan kepada Yth. Presiden Republik Indonesia - YM.DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono; yang sangat peduli terhadap "JEJAK PERADABAN DAN KEKAYAAN KEBUDAYAAN BANGSA INDONESIA", dan juga akan melibatkan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), serta Lembaga Pelestarian dan Pengembangan Adat Maluku (LEPPA - MALUKU).

Apabila kemudian kunjungan penelusuran dan penelitian memberikan hasil positif, maka bukan hanya keluarga besar "SAMU SAMU" dan seluruh masyarakat Maluku saja yang mempunyai Sejarah, tetapi Bangsa dan Negara Republik Indonesia - akan menambah perbendaharaan dan kekayaan Sejarah Peradaban Nusantara - Indonesia.. Oleh karena itu dengan segala hormat Raja Samu Samu VI - YM. Upu Latu M.L. Benny A. Samu Samu; memohon do'a dan dukungan dari semua pihak, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Maluku, dan seluruh masyarakat Maluku maupun seluruh Bangsa Indonesia. Demikian pula Raja Samu Samu VI - YM. Upu Latu M.L. Benny A. Samu Samu; memohon bantuan dan dukungan kepada Pemerintah Negara PAPUA NEW GUINEA kiranya berkenan dan memberikan ijin serta fasilitas selayaknya dalam menunjang rencana kunjungan Penelusuran dan Penelitian "JEJAK SEJARAH RAJA SAMU SAMU DAN PULAU SAMU SAMU, PAPUA NEW GUINEA", karena apabila kemudian memang terjadi adanya hubungan, maka baik langsung maupun tidak langsung "TALI PERSAUDARAAN ANTARA BANGSA INDONESIA DENGAN BANGSA PAPUA NEW GUINEA LEBIH ERAT DAN LEBIH BAIK SERTA LEBIH MAJU" dalam arti yang seluas - luasnya.

Selasa, 14 September 2010

RAJA SAMU SAMU IV dan RAJA SAMU SAMU V DE LAATSTSE VAN KONING STAMBOOM ABUBU - NUSA LAUT MALUKU

Gambar foto: nomor 2 dari kanan: Raja Samu Samu IV (pakai Jas dengan ciri khas Rambut Putih) dan nomor 5 dari kanan: adik kandung kemudian menjadi Raja Samu Samu V (pakai Batik lengan panjang mengenakan Kopiah/Songko hitam berkaca mata Coklat), serta nomor 4: Permaisuri (istri) Raja Samu Samu V (adik ipar Raja Samu Samu IV mengenakan Kebaya Hijau dan berkata mata coklat)
Ketika Perang Aceh usai; Raja Samu Samu III - YM. Upu Latu M.M. Samu Samu (Almarhum) bersama Raja - Raja dari Maluku dan masyarakat Maluku masuk di sebelah Timur Batavia, yang daerah tersebut akhirnya dikenal dengan sebutan "KAMPOENG AMBON", dan saat Kesultanan Banten untuk memperkuat ketahanan wilayah dan mendapat bantuan dari Raja Samu Samu III; maka dijalin tali ikatan keluarga dengan dinikahkannya Putra Tertua (anak sulung) Raja Samu Samu III yang bernama Williem Samu Samu (Bing) yang kemudian menjadi Raja Samu Samu IV (Almarhum) dengan cucu Sultan Banten yang bernama Siti Sundari (Rike); yang sangat dikenal sebagai PEREMPUAN JAGO di Banten.

Karena Raja Samu Samu IV dalam pernikahannya tidak dikaruniakan anak, pada tahun 1976 ketika Raja Samu Samu IV sakit dirawat di Rumah Sakit Umum Serang (di dekat Alun - Alun Kota Serang, Banten), saat itu kumpul seluruh keluarga besar Samu Samu dari Jakarta dan Ambon selama dirawatnya Raja Samu Samu IV atau yang dikenal bagi orang Banten adalah dengan sebutan TUAN GEDE atau BAPAK GEDE.

Saat - saat terakhir Raja Samu Samu IV - YM. Upu Latu W.B. Samu Samu memanggil adik kandungnya yaitu S.P. Samu Samu (yang akhirnya menjadi Raja Samu Samu V) yang bertempat tinggal di Jalan. Kramat 7/No. 5. Jakarta Pusat dan bertempat tinggal di Kompleks. Angkatan Darat. Jalan. Salemba Raya No. 28, Jakarta Pusat, ketika Raja Samu Samu IV memanggil adik kandungnya meminta agar mencatat semua apa yang diucapkan dan akan dikatakan oleh Raja Samu Samu IV kepada adik kandungnya. Maka adik kandung Raja Samu Samu IV memanggil anak kandungnya yaitu Benny Ahmad Samu Samu; yaitu keponakan dari Raja Samu Samu IV (yang kemudian menjadi Raja Samu Samu VI).


Semua kata yang diucapkan oleh Raja Samu Samu IV kepada adik kandungnya (Raja Samu Samu V) seluruhnya adalah sejarah dan memberitahu barang - barang (benda) peninggalan RAJA SAMU SAMU DE LAATSTSE VAN KONING STAMBOOM ABUBU - NUSA LAUT, MALUKU; dicatat oleh keponakan Raja Samu Samu IV (anak kandung dari Raja Samu Samu V); dalam permintaan Raja Samu Samu IV kepada adik kandungnya (Raja Samu Samu V) yaitu "banyak orang tidak tau kita Raja, jadi nanti kasih tau keluarga Tengkele dan saudara di Ambon" dan da beberapa kata lagi yang tidak boleh diangkat dalam riwayat ini.

MENGENAL RAJA SAMU SAMU IV DE LAATSTSE VAN KONING STAMBOOM ABUBU NUSA LAUT - MALUKU


Raja Samu Samu IV - YM. Upu Latu .W.B. Samu Samu (Almarhum); adalah anak Pertama (Sulung/Tertua) dari Raja Samu Samu III - YM. Upu Latu M. M. Samu Samu (Alamarhum), Raja Samu Samu IV menikah dengan Cucu dari Sultan Banten, yang akhirnya bertempat tiggal di Kampoeng Tengkele (Pancoran Mas) - Kota Serang, Banten. Semasa hidupnya Raja Samu Samu IV di wilayah Banten dan sekitarnya sangat dikenal dengan sebutan "TUAN GEDE" atau "BAPAK GEDE", karena sejak zaman Kesultanan Banten dan masuknya VOC Belanda kewilayah Banten, di daerah sekitar mulai dari Kota Serang sampai ke daerah arah Pandegelang; rumah kediaman (tempat tinggal) Raja Samu Samu IV adalah satu - satunya bangunan mewah (rumah Gedong), sehingga Raja Samu Samu IV dikenal dengan sebutan "TUAN GEDE" atau ada juga yang menyebut "BAPAK GEDE", sedangkan istri Raja Samu Samu IV dikenal dengan sebutan "IBU GEDE". Saat Raja Samu Samu IV tinggal di Kampoeng Tengkele - Serang, Banten; sejak dahulu sampai zaman Presiden Republik Indonesia - YM. Bung. Karno (Almarhum); Raja Samu Samu IV dipercayakan sebagai Jaksa di Kantor Kejaksaan Jakarta; saat itu di Jalan. Gajah Mada - Jakarta (di Batavia atau Jakarta dahulu hanya ada 1 (satu) Kantor Jaksa saja, tidak seperti sekarang Kantor Jaksa ada disetiap Wilayah Provinsi/Kota/Kabupaten); maka untuk mengurus pekerjaan yang dipercayakan oleh Kesultanan Banten, maka Raja Samu Samu IV dibantu oleh salah satu sahabat dekatnya yaitu "Yth. Bapak. Kaking (Almarhum)", yang biasanya membantu Raja Samu Samu IV untuk mengurus dan mengawasi PENGGILINGAN BERAS yang berada di wilayah Kesultanan Banten, mulai dari Banten sekitarnya sampai wilayah Karawang, dan masih ada lagi sahabat Raja Samu Samu IV yang dikhususkan untuk mengurus urusan - urusan lainnya.

Raja Samu Samu IV (TUAN GEDE) atau (BAPAK GEDE) semasa hidupnya ketika bekerja sebagai seorang Jaksa di Batavia yang kemudian menjadi Jakarta; di dalam riwayatnya lebih banyak menolong orang - orang (masyarakat) Banten, sama ketika terjadi peristiwa perselisihan antar etnis di wilayah Pesisir sampai di wilayah Tanjung Priok, maka Raja Samu Samu IV yang melakukan pertemuan diantara tokoh - tokoh 2 etnis yang diakhiri dengan DAMAI, dalam riwayat hidup lainnya bila Raja Samu Samu IV (TUAN GEDE) atau (BAPAK GEDE) berkunjung datang ke BADUI untuk bertemu dengan tokoh Badui di wilayah Padegelang; maka biasanya masyarakat Badui telah menaruh atau menebar daun - daun pelepah pohon kelapa untuk alas menutupi tanah yang akan ditapak/dilewati (bagaikan PERMADANI) oleh Raja Samu Samu IV (TUAN GEDE) atau (BAPAK GEDE). Dan kebiasaan Raja Samu Samu IV (TUAN GEDE) atau (BAPAK GEDE) bila hendak pergi ke suatu tempat tujuan = bila siang hari hanya cukup mencari dinding (untuk tidak terlihat) dan atau bila malam hari hanya cukup mencari tempat yang gelag atau tidak ada cahaya, maka sampailah Raja Samu Samu IV ditempat tujuannya. Dan sebenarnya masih banyak lagi riwayat yang positif Raja Samu Samu IV semasa hidupnya.